Home > Teknologi

Ilmuwan: AI Prediksi Kematian tidak Bisa Dipakai untuk Manusia Sungguhan

Alat kecerdasan buatan (AI) life2vec membuat kontroversi dengan kemampuannya memprediksi usia manusia.
AI life2vec membuat kontroversi dengan mesin kecerdasan buatan prediksi kematian manusia.
AI life2vec membuat kontroversi dengan mesin kecerdasan buatan prediksi kematian manusia.

JOURON -- Alat kecerdasan buatan (AI) life2vec membuat kontroversi dengan kemampuannya memprediksi usia manusia. Basis perhitungan dipakai AI ini dengan mencocokkan kebiasaan manusia itu terutama terkait dengan kehidupan kesehatannya.

Selain itu, AI juga mampu memprediksi aspek kepribadian tertentu, seperti ekstroversi. AI canggih ini menunjukkan banyak potensi untuk menemukan pola yang terlalu rumit untuk dilihat manusia, yang berarti pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara cara kita menjalani hidup dan seberapa sehat dan sejahtera kita.

Meskipun terdapat keberhasilan-keberhasilan prediksi ini, para peneliti mendesak agar berhati-hati. Kata mereka, data tersebut hanya berlaku untuk masyarakat Denmark untuk saat ini dan dengan demikian telah tertanam bias sosiodemografi.

Tim juga ingin melihat kekhawatiran tentang privasi dan data pribadi diatasi sebelum hal ini digunakan di dunia nyata.

“Meskipun kami menggunakan prediksi untuk mengevaluasi seberapa bagus model ini, alat ini tidak boleh digunakan untuk memprediksi orang sungguhan,” kata ilmuwan komputer Tina Eliassi-Rad dari Northeastern University.

“Ini adalah model prediksi berdasarkan kumpulan data spesifik dari populasi tertentu.”

Penelitian ini telah dipublikasikan di Nature Computational Science.

BACA JUGA:

Ini Keterbatasan dan Kelemahan AI ChatGPT Versi OpenAI

Apa Itu AI? Ancaman atau Berkah Bagi Manusia?

Mengenal ChatGPT yang Bikin Negara-Negara Takut

× Image